Home » » Kekayaan Sejati

Kekayaan Sejati

Salah satu kecenderungan yang dimiliki oleh setiap manusia apa pun suku bangsa, kedudukan, jabatan, maupun agamanya adalah keinginan kuat untuk memiliki dan menguasai materi dalam jumlah yang banyak. Bahkan, kebanyakan manusia tidak pernah merasa puas dengan apa yang dikuasainya. Mereka ingin menambah dan menambah terus. Ini sama halnya dengan jabatan atau kekuasaan yang selalu ingin dipertahankan walaupun, misalnya, sudah tidak memiliki kemampuan melaksanakannya ataupun sudah terlalu banyak kesalahan yang pernah dilakukannya. 
Dalam sebuah hadis riwayat Imam Bukhari, Nabi Muhammad SAW bersabda, ''Jika seorang manusia sudah memiliki dua lembah yang penuh berisi dengan harta, maka pasti ia akan mencari lembah yang ketiga. Dan tidak akan pernah manusia merasa kenyang hingga tanah sudah kena pada perutnya (sudah mati dan berada di alam kubur . Hal ini sejalan pula dengan firman Allah SWT dalam surat At-Takatsur ayat 1-4, ''Bermegah-megahan (dengan harta) telah melalaikan kalian, sampai kalian masuk ke dalam kubur. Jangan begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu). Dan jangan begitu, kelak kamu akan mengetahui.'' Keinginan kuat terhadap materi ini akan menjadi penyebab utama rusaknya tatanan kehidupan bermasyarakat dan berbangsa secara lebih luas, seperti apa yang kita rasakan sekarang ini, jika tidak disertai dengan kekayaan batin. Kekayaan batin yang mampu mengendalikan dan mengisinya dengan sifat syukur dan qana'ah (rasa puas). 
Dalam pengertian, ridha terhadap ketentuan yang ditetapkan Allah kepadanya, yang menyebabkan terminimalisasinya sifat hasud dan dengki serta sifat rakus dan tamak. Qana'ah yang merupakan sikap batin dan perilaku rohaniah adalah kekayaan yang tidak akan pernah habis, karena akan melahirkan sikap syukur terhadap segala nikmat Allah SWT yang diberikan kepadanya. Hal ini seperti digambarkan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadis shahih dalam kitab Al-Jami ash-Shaghir, ''Jadilah engkau orang yang memiliki sifat qana'ah, maka engkau akan menjadi orang yang paling bersyukur kepada Allah SWT.'' 
Bahkan, dalam hadis lain riwayat Imam Bukhari, Rasulullah SAW menyatakan bahwa hakikat kekayaan itu bukanlah semata-mata banyak harta yang dikuasai, akan tetapi terletak pada kekayaan batin yang dimiliki. Orang yang memiliki kekayaan batin tidak akan pernah dikendalikan dan dikuasai oleh materi, jabatan, dan kedudukan, akan tetapi justru hal-hal tersebutlah yang dikendalikan dan dikuasainya. Semuanya itu hanyalah merupakan alat untuk mengaktualisasikan fungsi kekhalifahannya yang memberikan kebaikan dan kemanfaatan bagi masyarakat banyak. Alangkah indahnya kekayaan materi yang disertai dengan kekayaan batin dan merugilah orang yang kekayaan materinya tidak didukung oleh kekayaan batin, apalagi jika fakir kedua-duanya.

Write By : Khocet Dot Com ~ Panduan Gratis Adobe Photoshop,Blog,Puisi,Ragam Tips,Dan Bahan Ajar

Article : Kekayaan Sejati Post By : Khocet Dot Com
Terimakasih atas kunjungan serta kesediaan Anda membaca artikel ini. Kritik yang membangun serta pertanyaan dan saran dapat anda tuliskan melalui kotak komentar,semoga bermanfaat
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

 

Design By : Khocet Dot Com
Powered by Blogger